Who's Online

Login Form






Lost Password?

Events Calendar

April 2012 May 2012 June 2012
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 18 1 2 3 4 5
Week 19 6 7 8 9 10 11 12
Week 20 13 14 15 16 17 18 19
Week 21 20 21 22 23 24 25 26
Week 22 27 28 29 30 31

Latest Events

There are no upcoming events currently scheduled.
View Full Calendar

Polls

Bagaimana pendapat Anda tentang Pestalozzi ?
 
Bagaimana menurut Anda isi web Pestalozzi?
 

Home
Stimulus bagi Anak Pra-Sekolah untuk Gemar Menulis
Tuesday, 08 May 2012

Oleh DR.Dharmayuwati Pane

Jakarta, 10 April 2012

 

Sebelum memberikan stimulus kepada anak pra-sekolah, kita harus mengenali terlebih dahulu ciri-ciri khas anak usia dini pada umumnya. Dua hal yang perlu kita ketahui yaitu anak pra-sekolah mempunyai rentang konsentrasi yang lebih pendek dan tidak suka diatur atau dipaksa untuk belajar. Jadi bila kita hendak menstimulasi anak usia dini agar senang menulis, kita tidak boleh menggunakan cara orang dewasa,melainkan harus melakukan cara yang lebih variatif dan harus adaptif terhadap kecendrungan sikap prilaku anak pra-sekolah. Satu-satunya cara yang paling baik adalah dengan BERMAIN. Dalam bermain anak tidak mengenal batas waktu, tidak memerlukan konsentrasi tinggi, tidak merasakan paksaan maupun tekanan dan dapat mengekspresikan dirinya. Ketika bermainlah anak menemukan kesenangan, sehingga belajar menulis bisa efektif, karena merupakan kegiatan yang menyenangkan.

 

Kita harus ingat kegiatan menulis sangat berguna bagi anak pra-sekolah agar mendapatkan stimulus berbagai kecerdasan dan yang terpenting adalah anak dapat mengekspresikan perasaan dan kemauannya. Jadikanlah kegiatan menulis ini sebagai satu kegemaran dalam belajar satu ketrampilan motorik halus. Biasanya anak mulai menguasai ketrampilan ini di kelas TK B, walau masih terbatas dapat menulis namanya,tanggal atau nama-nama benda di sekelilingnya, kalimat-kalimat pendek yang terdiri dari 2-3 suku kata saja,misalnya “Aku cinta mama”.

 

Pada usia ini anak gemar mencoret-coret apa saja yang berada di dekatnya, meja, kursi, dinding kamar, bahkan tas sekolahnya. Nah,kita sebagi orangtua harus bijak menyikapinya,misalnya tidak marah-marah, melainkan dengan penuh pengertian menyediakan kertas putih besar di dinding kamar anaknya sebagai media anak untuk menulis yang bisa diganti setiap saat, ketika penuh, ketibang harus mencat kamar anaknya berulang-ulang. Jangan sering melarang anak untuk berekspresi dengan menulis atau memarahinya,karena hal ini bisa membuat anak menjadi malas menulis dan tidak mau mengembangkan ketrampilan motorik halusnya tsb. Bukan itu saja, anak menjadi kehilangan  kepercayaan dirinya. Dia berpikir, bahwa tulisannya tidak bagus , hanya mengotori saja atau takut dimarahi, sehingga malas untuk mencoba menulis lebih baik.

 

Sebagai orangtua kita seharusnya mendukung aktivitas anak dalam menulis dengan menyediakan medianya seperti kertas putih,kertas gambar, buku tulis dan alat tulis yang pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar,agar anak tidak menulis di sembarang tempat. Bila kita membuat aturan dan melarang anak mencoret-coret di dinding kamar/rumah, terangkan kenapa, misalnya tidak indah dipandang mata atau mahal kalau harus mencat ulang dsbnya. Buatlah anak mengerti alasan ini  dan mulai  menulis diatas media pengganti tsb diatas.

 

Ketika kita jalan-jalan ke pantai misalnya, anak bisa diajarkan untuk menulis di tanah atau di pasir dengan huruf-huruf yang lebih besar dan dalam bentuk-bentuk yang lebih bervariasi. Disini anak juga bisa menambahkan gambar-gambar dan mengembangkan imajinasinya.

 

Selain itu di dapur misalnya, ketika kita sedang membuat kue, ambillah nampan dan taburkan tepung putih diatasnya dan biarkan anak menulis dengan telunjuknya huruf-huruf  atau apa saja misal namanya, nama temannya, nama tempat yang disukainya dsb nya diatas taburan tepung putih tsb. Atau ajak anak untuk sama-sama membuat huruf-huruf warna warni dengan adonan tepung tsb dan dimasukkan ke oven untk menjadi kue berbentuk alfabet. Bila kue itu sudah jadi, anak bisa membuat kata-kata dengan huruf dari kue tsb atau ikutkan anak menghias kue dengan adonan gula warna-warni yang disemprotkan diatas kue dengan kalimat pendek misalnya “Selamat Ulang  Tahun” dsbnya.

 

Mintalah anak membuat kartu Ultah atau Kartu ucapan ketika Lebaran atau Natal dengan menulis kalimat pendek di dalamnya untuk teman-temannya.Kartu-kartu tsb kemudian bisa dihias bersama-sama. Atau ajak anak untuk mengekspresikan perasaannya dengan menulis surat pendek untuk mama/papa dsbnya.

 

Dengan stimulus-stimulus variatif seperti digambarkan diatas semoga anak balita kita gemar menulis, karena kita sudah menanamkan kepada anak kita sejak usia dini bahwa kegiatan menulis merupakan aktivitas yang menyenangkan tanpa beban dan tidak akan pernah membosankan. (Pestalozzi Play group & Kindergarten,Cibubur,east Jakarta)

Last Updated ( Tuesday, 08 May 2012 )
 
Bermain sambil Belajar untuk Bayi Umur 4 Bulan Ke Atas
Tuesday, 08 May 2012

Oleh Dr.Dharmayuwati Pane,MA

Jakarta,8 April 2012

 

Bermain dengan bayi dapat mendekatkan hubungan bathin antara si bayi dengan ibunya. Banyak ragam stimulus yang bisa diterapkan kepada bayi berumur 4 bulan ke atas seperti misalnya bernyanyi, bercerita dengan gaya dan suara yang lucu ,memperdengarkan bunyi-bunyian atau dengan mengajak melihat lingkungan alam sekitar. Bayi pada usia ini mulai mencengkram benda-benda di sekitarnya,makanya bila sedang bermain, si ibu jangan memakai kalung mutiara atau baju yang berbulu. Selain itu dalam mendengarkan cerita bayi akan lebih tertarik pada bukunya,bukan ending ceritanya, makanya harus dicarikan buku cerita yang bergambar menarik..Permainan yang bisa dilakukan bersama dengan bayi diantaranya adalah sbb:

-        Ibu bisa mengikat tali atau pita  warna-warni pada sebuah kayu kecil atau tongkat dan mulailah menyapu wajah si bayi dengan itu.Bayi akan merasa geli dan tertawa.

-        Atau si ibu juga bisa mengikatkan bola-bola plastik atau benda-benda elastis yang bisa membal/memantul balik bila disentuhkan ke kepala si bayi. Dia pasti senang.

-        Bisa memakai benda lain juga , misalnya  si ibu dapat  juga menggunakan selendang/scarf panjang dan melayangkan/mengibarkannya diatas kepala bayi, bayi pasti menyukainya.

 

Yang harus diingat adalah setelah bermain, jangan tinggalkan bayi sendiri dengan tali,pita, tongkat kayu ataupun selendang tsb, karena bisa membahayakan..Boks bayi harus diamankan dari benda-benda tsb setelah permainan usai.

 

Agar bayi tidak rewel dan dapat melenturkan ototnya sendiri, maka berbagi ketrampilan harus dikembangkan juga pada usia ini seperti misalnya merayap dengan membalikkan tubuhnya, kemudian  merangkak dan belajar duduk dan menjelajah. Selain itu hal-hal berikut ini juga perlu diperhatikan:

 

1.    Berikan perhatian yang cukup setiap harinya, entah itu dengan menggelitik perutnya, membacakan cerita dengan intonasi turun naik dan menirukan suara-suara sesuai isi ceritanya,atau memberikan tumpukan buku atau balok-balok kayu untuk dijatuhkan atau dengan menggelindingkan bola,bayi merangkak mengikuti dsb nya. Bila pada awalnya bermain bersama, hari berikutnya anak sudah bisa ditinggal di boks dan biarkan dia berusaha bermain sendiri.

2.    Namun harus diperhatikan saat dia lapar, haus dan basah atau saat dia harus digantikan popoknya atau mungkin jadwal tidurnya perlu disesuaikan dengan melihat apakah sudah sesuai dengan jadwal kebutuhannya bermain.

3.    Bila bayi merasa bosan, dia belum bisa merengek atau memutar matanya untuk memberi tanda seperti pada anak yang lebih tua usianya, dia hanya butuh pergantian tempat bermain saja. Bila dia sedang bermain di boks nya, cobalah lain kali alihkan tempat bermain diatas lantai kamar tidurnya yang berkarpet dan lain waktu di ruang tamu atau dilantai dapur. Disana cobalah memukul-mukul panci dengan sendok kayu atau memukul gelas dengan sendok teh misalnya, pada saat memberi dia makan, bila bayi sudah mulai makan makanan padat selain menyusui.

4.    Berikanlah bayi banyak mainan yang bentuknya besar di tempat yang baru tsb, misalnya bola kain atau plastik yang lembut, kerincingan,guling dan bantal,dsbnya. Ajarkan dia memainkan mainan-mainan tsb, misalnya bola dan guling dengan didorong dan bayi merangkak mengikutinya,bola-bola  kerincingan dengan digoyang-goyang dan lihat apakah mainan-mainan tsb cukup menggoda dengan bentuk dan warnanya yang menarik, sehingga bayi bisa asyik bermain sendiri.

5.    Ajaklah bayi bermain Cilukba, juga pada saat si Ibu mau meninggalkan bayi sendiri di boksnya untuk mengerjakan hal lain misalnya dengan perlahan-lahan  meninggalkan kamar si bayi dengan tetap bermain cilukba yang membuat anak tertawa dan merasa bahwa si Ibu hanya pergi sebentar dan akan segera kembali.

6.    Kemudian si Ibu harus benar-benar kembali dan bermain lagi dengan si bayi, agar dia belajar tahu bahwa bila si Ibu pergi, hanya untuk beberapa saat saja.

7.    Nah lain waktu bayi bisa ditinggal agak lama di boks nya dan lihat apakah dia sudah bisa bermain sendiri, walau kemudian dia rewel, jangan segera diladeni untuk mengirim pesan bahwa sebuah waktu sendirian bisa dipakai untuk bermain sendiri dengan asyik. Dengan demikian bayi mulai terbiasa bermain sendiri dan si Ibu mempunyai kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri atau mengerjakan hal lain. (Pestalozzi Pre-School &Kindergarten,Cibubur,East Jakarta)

Last Updated ( Tuesday, 08 May 2012 )
 
Importance of Play to Children at Early Age
Tuesday, 01 May 2012

 

Children play because it gives them pleasure. They do not play when it is not enjoyable or if they are bored with the game. Play is also an essential part of their education because while they are playing they are learning. It is an important part of socialisation.

Children need opportunities both to play with other children and to play on their own. When two or more children are together, many different games are possible. Whatever the game, the children will be learning how others behave and how to mix easily with them. At other times, children need to play on their own and without interference in order to learn how to amuse themselves. If adults spend too much time playing with a child, the child will feel bored and miserable when left on her own. Then, instead of playing happily, the child will spend her time trying to demand attention.

 

BENEFITS OF PLAY 1. Play enables children to find out about themselves and the world. It allows them to:
 
A discover
B experiment
C create
D concentrate
E express ideas
F develop speech
G develop muscles
H invent
I · learn new skills
J· learn how other people behave
K role-play (pretend to be someone else)
L· share possessions
M use the imagination
·N co-operate with others
O show off (children like to let others know what they can do)
P act protectively towards someone less powerful than themselves.
   
2. Play helps towards happiness. A child who is absorbed in play is likely to be a happy child, as play produces feelings of satisfaction and achievement. 

3. Play helps prevent boredom. Preventing a child from being bored is very important, as boredom can quickly lead to bad temper, irritability and destructiveness.

4. Play can help reduce stress. The acting out of stressful situations can help them to seem more familiar and therefore less frightening. For example, by playing 'schools' a child becomes familiar with the idea of going to school.  This will help to reduce any nervousness about school which the child might have. In the same way. playing 'doctors and nurses' can help prepare a child for a stay in hospital. 

5. Play can help divert aggressive instincts. Using a hammer to nail pieces of wood together to make a 'boat' is preferable to using the hammer to hurt someone or destroy property.

       
Meccano Build and Play - 5 Toys Wedgits Starter Activity Tote Lego Agents Mission 5 Turbocar Chase Tin Tea Set - blue (sailboat design)

Meccano Build and Play - 5 Toys

Wedgits Starter Activity Tote

Lego Agents Mission 5 Turbocar Chase

Tin Tea Set - blue (sailboat design)

Sale Price $63.60
Sale Price $65.00
Sale Price $86.40
Sale Price $40.00

 

DIFFERENT TYPES OF PLAY


Children like variety and during the day will change from one type of play to another. Sometimes they use the same toy. More often they use different toys because changes stimulate different types of play. Six types of play can be recognised and each forms part of a child's total development.

  • Discovery play (exploring play) enables a child to find out about things: what they are like - their size, shape, texture, colour; how they are made; what she can do with them, for example playing with water or sand. The child will also discover that things can be broken, and this can help to teach her to take care of her possessions.
  • Physical play (exercise) takes place when a child is actively moving around - running, jumping, climbing, crawling, balancing, swinging, throwing a ball, and so on.
  • Creative play is when a child expresses her own ideas and feelings to make something which is original, for example, a picture, an animal in modelling dough, a house in building blocks, and so on. A young child is able to express feelings and ideas more easily by painting and drawing than by using words. As the child becomes more skilled with words, she may then be able to write a story, poem or play.
  • Imaginative play is 'pretend' or fantasy play. The child imagines that she is someone else or an animal such as a rabbit or dog. Children imitate the ways of adults when they play in a Wendy house or play 'shopping'. Attempting to behave like someone else helps the child to understand more clearly the ways other people behave.
  • Manipulative play involves skilful use of the hands. During manipulative play the hands, eyes and brain are being trained to co-ordinate, that is, to work smoothly together. Babies become increasingly skilful with their hands as they play with rattles, soft toys and other objects. Later on, they benefit from playing with such things as modelling dough.
  • Social play takes place when children play together. It teaches them to co-operate, to share, and to be honest. It also teaches them that antisocial behaviour, like cheating, leads to isolation and loss of friendship. Children often quarrel and in doing so learn about each other's reactions.

At any one time, a child may be involved in more than one type of play. For example, when a baby plays with a rattle, she discovers what it is like as she learns to use her hands - this is both discovery and manipulative play. When a group of children play with bricks it could involve all types of play. 

 
   
   
 
 
Last Updated ( Tuesday, 01 May 2012 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 4 of 125

© 2012 Pestalozzi Indonesia

TBN - TIDYA Businesses Network