|
Begitu banyaknya jenis mainan/alat peraga yang ditawarkan di pasaran dengan aneka bentuk dan warna yang menarik. Mainan/alat peraga mana yang mau dibeli tinggal disesuaikan dengan usia, keterampilan anak dan tentu saja dengan dana yang tersedia. Kita harus akui bahwa mainan/alat peraga yang menarik bisa sangat menyenangkan hati anak kita dan berfungsi untuk membantu proses tumbuh-kembangnya. Namun dalam memilih dan membeli mainan/alat peraga tidak boleh sembarangan, karena kalau tidak hati-hati bisa malah menjadi sumber bencana. Contohnya di USA hampir 4 milyar mainan/alat peraga dari berbagai jenis dan warna terjual setiap tahunnya.Tetapi ironisnya hampir lebih dari 220.000 anak usia di bawah 12 tahun terpaksa dirawat di UGD akibat cedera dan beberapa diantaranya malah meninggal dunia. Karena itu jika ingin memutuskan untuk membeli mainan/alat peraga bagi si kecil untuk menstimulasi perkembangan otaknya, selain faktor usia, juga harus dipertimbangkan segi keamanannya. Berikut ini saran-saran yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih dan membeli mainan/alat peraga yang dibutuhkan dan tentunya yang aman bagi si kecil: * Perhatikan usia, tingkat perkembangan dan keterampilan anak Kita harus ingat bahwa setiap anak itu unik, tidak sama sehingga tidak bisa dibandingkan dengan anak lain. Karena itu proses tumbuh kembang anak berbeda-beda pula. Anda harus benar-benar memahami tingkat kemampuan motorik kasar dan halus anak & keterampilan anak saat ini. Jangan karena ingin berhemat, Anda membelikan mainan/alat peraga untuk anak yang usianya lebih tua dengan anggapan, bahwa si kecil toh sebentar lagi akan mencapai usia tsb. * Baca informasi yang tertulis pada kemasan atau label mainan/alat peraga dengan seksama Membaca informasi dengan teliti akan membantu Anda dalam menentukan dan memilih apakah mainan/alat peraga ini cocok dengan usia anak Anda,dan cara memainkannya tidak terlalu sulit serta banyak manfaatnya bagi si kecil. * Hindari bahaya tersedak Anak di bawah 3 tahun jangan diberikan mainan/alat peraga seperti misalnya "puzzles" yang memiliki bagian-bagian kecil, karena anak pada usia ini dalam tahap mengeksplorasi, sehingga sering memasukkan berbagai benda berukuran kecil kedalam mulut atau lubang hidungnya. Pilihkan mainan/alat peraga bongkar-pasang yang bagian-bagiannya berukuran lebih besar daripada ukuran mulut anak. * Perhatikan berat dan bentuk mainan/alat peraga Jangan memilih/membeli mainan yang berat atau yang bentuknya tajam/runcing, agar tidak mencelakakan dirinya atau anak lain, pada waktu bermain. * Waspadai asesoris pada mainan/alat peraga Jangan memilih/membeli mainan/alat peraga yang dihias dengan asesoris seperti kancing, pita, mata, biji-bijian atau manik-manik, karena benda-benda tsb bisa tertelan oleh si kecil. Jika mainan/alat peraga yang diinginkan tsb memakai pita/tali, perhatikan pita/tali tsb tidak lebih panjang dari 20 cm, agar tidak membelit leher dan beresiko tercekik, pada waktu anak bermain. * Hati-hati dengan bahan pembuatnya Periksalah bahan pembuat mainan/alat peraga tsb, apakah terbuat dari plastik, metal, kayu atau karton daur ulang dan zat pewarna yang dipakai mengandung racun atau tidak, mudah mengelupas atau tidak dll, bila sudah dipastikan terbuat dari bahan yang tidak berbahaya bagi kesehatan anak, barulah Anda membeli mainan/alat peraga tsb. * Hindari mainan/alat peraga dari tanah liat, pasir atau lilin Mainan/alat peraga dari tanah liat, pasir atau lilin hanya diberikan kepada anak usia diatas 3 tahun dan harus tetap dalam pengawasan orang dewasa, agar tidak dimasukkan kedalam mulut anak. * Jangan berikan mainan bekas Dengan tujuan berhemat, anak sering diberikan maina/alat peraga bekas kakak yang lebih tua, saudara atau anak teman. Selain kondisi mainan/alat peraga tsb biasanya dalam kondisi yang tidak bagus lagi dan dapat membahayakan si kecil, juga warnanya bisa cepat mengelupas dan itu berbahaya bila dimasukkan kedalam mulut si kecil.Jadi mainan bekas tidak layak bagi si kecil, kecuali benar-benar dalam kondisi yang bagus. * Awasi boks tempat menyimpan mainan/alat peraga Jangan biarkan anak Anda yang usianya di bawah 3 tahun bermain sendiri dengan mainan/alat peraga dari boks mainan kakaknya yang misalnya berupa balok-balok kecil, lego, puzzles,lingkaran kecil atau pistol-pistolan tanpa pengawasan, karena bisa berbahaya, bila tidak tahu cara memainkannya dan bila dimasukkan kedalam mulut anak. Demikianlah tip-tip berguna dan harus sungguh-sungguh diperhatikan dalam memilih/membeli mainan/alat peraga yang aman dan tidak membahayakan kesehatan anak kita, karena kecelakaan sering terjadi pada waktu anak bermain. Berhati-hatilah dalam memilih/membeli mainan/alat peraga bagi buah hati kita !!!.(Dr.D.Pane,TK Bilingual Pestalozzi,Cibubur) |