Who's Online

We have 21 guests online

Login Form






Lost Password?

Events Calendar

January 2012 February 2012 March 2012
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 5 1 2 3 4
Week 6 5 6 7 8 9 10 11
Week 7 12 13 14 15 16 17 18
Week 8 19 20 21 22 23 24 25
Week 9 26 27 28 29

Latest Events

There are no upcoming events currently scheduled.
View Full Calendar

Polls

Bagaimana pendapat Anda tentang Pestalozzi ?
 
Bagaimana menurut Anda isi web Pestalozzi?
 

Home
Obat dan Zat Kimia Memicu Autisme
Thursday, 07 July 2011

shutterstock

Para ahli tampaknya semakin dekat pada pemahaman pada penyebab autisme. Faktor lingkungan diduga berperan lebih besar sebagai pemicu autisme melebihi faktor genetik. Faktor lingkungan ini meliputi paparan zat kimia dan obat-obatan.

Dalam sebuah penelitian para peneliti dari Universitas Stanford membandingkan kasus autisme pada kembar identik dan kembar tidak identik yang hanya membagi separuh gen yang sama. Ternyata, kasus autisme lebih banyak ditemukan pada anak kembar tidak identik sehingga para ahli menilai faktor lain selain genetik menjadi pemicu autisme.

Riset lain menyebutkan para ibu yang memiliki anak autis dua kali lebih banyak yang mengonsumsi obat antidepresan setahun sebelum kehamilan mereka dibandingkan dengan ibu yang anaknya sehat. Risikonya meningkat cukup besar, mencapai tiga kali lipat, terutama jika obat itu dikonsumsi pada awal kehamilan.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Archieves of General Psychiatry itu menyebutkan faktor lingkungan, seperti obat-obatan, bahan kimia, atau infeksi, memicu autisme pada anak yang secara genetik punya kecenderungan.

"Selama ini memang sudah ada dugaan pengaruh faktor lingkungan, tetapi riset-riset ini makin menguatkan teori itu," kata Clara Lajonchere, wakil kepala program dari Autism Speaks.(kompascom, 7 Juli 2011)

 

Sumber :
Reuters

 
unpublished
Thursday, 07 July 2011


Last Updated ( Sunday, 02 October 2011 )
 
6 Manfaat Olahraga bagi Anak
Saturday, 02 July 2011

Pastikan anak selalu bergerak, saat berlari-larian, anak sedang melatih jasmaninya yang berdampak pada perkembangan fisik, otak dan mentalnya.

Aktivitas fisik yang tepat akan memacu tumbuh kembang anak secara optimal. Tapi itu bukan berarti si kecil harus melakukan senam jasmani setiap hari.Yang penting anak selalu aktif bergerak.

Olahraga bagi anak, terutama anak balita, tak harus dalam bentuk gerakan terstruktur seperti senam jasmani, brain gym, atau bulutangkis. Kegiatan seperti bersepeda, bermain lompat tali, berlari-larian dengan teman-temannya juga sudah merupakan latihan jasmani bagi anak. Olahraga untuk anak sarat dampak positif seperti disebut di bawah ini.

1. Kesehatan
Mengurangi risiko berbagai penyakit, khususnya yang terkait dengan obesitas. Berbagai penelitian menunjukkan, obesitas pada anak-anak meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif, seperti jantung, stroke, dan diabetes, pada usia yang lebih muda. Belum termasuk lebih mudah terkena infeksi dan risiko kanker.

2. Kebugaran
Olahraga yang dilakukan sesuai takaran akan membuat anak bugar sehingga ia bisa lebih aktif dan produktif.

3. Pertumbuhan
Kombinasi olahraga dan diet yang tepat sangat bermanfaat untuk pertumbuhan anak karena merangsang tubuh untuk mengaktifkan hormon pertumbuhan. Sehingga anak bisa mencapai potensi maksimal yang dimilikinya.

4. Perkembangan
Olahraga membantu meningkatkan perkembangan fungsional semua panca indra. Karena saat berolahraga anak-anak dilatih untuk bisa memahami perintah, aturan main, kerja sama, mencari solusi, dan mencapai tujuan.

5. Sosial
Olahraga membuat anak mempunyai watak sosial, terlepas dari karakter olahraga yang individu atau olahraga berkelompok. Dengan memiliki kelompoknya, anak-anak bisa memahami adanya perbedaan, persaingan, persahabatan, kemenangan, dan kekalahan, serta bisa belajar menyikapi semua hal yang terjadi pada dirinya.

6. Kecerdasan
Olahraga dapat membuat koordinasi kerja otak yang semakin bagus sehingga anak mudah menyerap informasi atau pengetahuan yang diberikan. Dampak lainnya, anak mempunyai rasa percaya diri yang baik dan melatih pula keterampilan sosialnya menjadi lebih baik.

Latihan jasmani yang dilakukan rutin dan terus-menerus akan memperkuat jantung dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memberikan oksigen ke semua sel. Latihan jasmani juga akan menstimulasi perkembangan keterampilan motorik kasar serta motorik halus pada anak.

Bukankah perkembangan motorik yang baik akan memengaruhi  kemampuan yang lain, termasuk kemampuan kognitif yang berhubungan dengan kecerdasan anak?

(Nakita/Dedeh Kurniasih/Marfuah Panji Astuti/Utami Sri Rahayu)

Last Updated ( Saturday, 02 July 2011 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 25 - 28 of 120

© 2012 Pestalozzi Indonesia

TBN - TIDYA Businesses Network