|
12 Cara Perkembangan Bayi di Tahun Pertamanya |
|
Wednesday, 23 December 2009 |
Di bulan pertamanya, dekatkan wajah Anda dengan wajahnya agar ia bisa melihat wajah Anda dengan jelas.
Stimulasi tepat sesuai masa perkembangan bayi dari bulan ke bulan akan membantu buah hati Anda mencapai perkembangan optimalnya. Berikut cara-cara mudah yang bisa Anda lakukan bersama si buah hati Anda. Bulan Pertama Pada usia ini, si bayi baru bisa melihat dalam jarak dekat, sekitar 8-15 inci (20-40 cm). Saat matanya mulai berkembang, ia akan senang mencoba berfokus pada wajah Anda. Jadi, saat ia terjaga, cobalah untuk bicara dalam jarak dekat dengannya. Bulan Kedua Bantu bayi Anda untuk mengembangkan otot tangannya dan indera penglihatannya dengan membantu membuat gerakan tepuk tangan dengan kedua telapak tangannya sambil bernyanyi. Seiring waktu, ia akan mencoba mengikuti gerakan dan suara Anda, sekaligus mengembangkan koordinasi tangan-mata dan bahasa. Di usia ini, bayi juga akan mulai mengikuti ekspresi. Dekatkan si bayi dan ajak ia mencoba melakukan gerakan menjulurkan lidah, beri contoh, tapi jangan dipaksakan. Selain itu, coba gerakan membuka mulut Anda lebar, atau menyeringai. Bulan Ketiga Di bulan ini, ia akan mulai mencoba menggunakan tangannya untuk bermain, tak heran jika ia mulai menjatuhkan atau mencoba menggenggam barang-barang di sekitarnya. Dukung tahapan ini dengan memberinya mainan bunyi-bunyian dan yang membantunya belajar menggenggam. Pada usia bulan ketiga ini, ia akan mulai mencoba mengangkat kepalanya. Ajak ia melatih otot lehernya juga dengan cara mendekatkan cermin dengannya. Ini akan menginspirasinya untuk mengangkat kepalanya setara dengan wajahnya untuk melihat gambaran dirinya sendiri. Bulan Keempat Pada tahapan ini, kemampuannya untuk bersosialisasi, motorik, dan berbahasa mulai mengalami peningkatan. Anak pun akan mulai menunjukkan emosi dengan mencoba menimbulkan suara dengan mulutnya dengan suara yang ceria untuk menunjukkan rasa bahagia ketika diberikan mainan, atau menggerutu dan menangis marah ketika mainannya Anda ambil. Selain itu, di minggu keempatbelasnya, refleks gelinya mulai terbentuk. Anda bisa mulai membuatnya tertawa dengan menggelitik telapak kakinya. Bulan Kelima Di usianya ini, kemampuan telinga dan matanya sudah mulai berfungsi seperti Anda. Ia pun akan mulai menggumam tak jelas, berusaha menyebut papa atau mama. Cobalah untuk bicara kepadanya dan mengajar kata-kata yang mudah untuk diucapnya untuk mengajaknya berkomunikasi. Ulangi kata-kata dan cobalah untuk mendukung si kecil dengan sabar ketika ia mencoba untuk meniru Anda. Mulai bacakan buku untuk bayi dengan menunjukkan benda serta menyebut namanya. Bulan Keenam Tak lama lagi, si bayi akan belajar untuk belajar duduk dan bergerak. Buat ia berusaha bergerak sendiri dengan membuatnya dalam posisi tengkurap. Taruh mainan di depannya, dan buat ia agar ingin meraih benda tersebut. Karena di usia ini bayi akan mencoba untuk mengenali sesuatu lewat indera pengecapnya (lidah), maka ia akan mencoba memasukkan segala yang ia ingin tahu ke mulutnya. Pastikan mainannya lebih besar dari mulutnya dan tidak bisa ia telan. Bulan Ketujuh Di bulan ketujuh ini, perkembangan tangannya mulai tampak. Khususnya gerakan menggenggam dan mencubit. Stimulasi kemampuan motorik halusnya dan koordinasinya ini dengan membuatnya mau mengambil barang kecil untuk ia coba raih. Misal, dengan mencoba mengambil sendok plastik atau cangkir kecil. Bulan Kedelapan Waktunya untuk menstimulasi kepandaian spasial dan pengucapan. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberinya mainan mencocokkan balok besar, atau coba tanyakan kepada si bayi "Mana hidung Adik?". Setiap kali Anda bermain menunjuk bagian tubuhnya, hal tersebut akan mulai mengajarnya arti dari kata-kata. Bulan Kesembilan Si kecil akan mulai merasa terkesima dengan benda-benda berengsel dan cara kerjanya. Lihat betapa terhiburnya ia dengan buku yang kulit mukanya terbuat dari karton kaku, pintu lemari, boks dengan kuping penutupnya, atau mainan yang bisa dibuka-tutup. Seiring ia bermain membuka-menutup boks atau pintu, ia juga melatih koordinasi tangan dan tangannya. Bulan Kesepuluh Si kecil akan menyukai permainan mencari barang yang tersembunyi. Latihlah saraf motorik halusnya dengan bermain mencari benda yang hilang. Misal, sembunyikan mainannya yang berwarna cerah di bawah bantal atau kain, kemudian taruh tangannya di atas penutup tersebut, kemudian biarkan ia "menemukan" barang tersebut. Tak berapa lama lagi, ia akan bisa menemukan barang tersebut tanpa butuh bantuan. Bulan Kesebelas Tetap ajarkan cara berkomunikasi dan berbahasanya dengan permainan dan lagu-lagu. Kemampuan berbahasanya terbentuk melalui interaksi dengan manusia lain, bukan lewat acara televisi, jadi upayakan untuk berbicara dengan si kecil sesering mungkin. Katakan padanya apa yang sedang Anda lakukan, tanyakan pertanyaan, dan gunakan gerakan-gerakan dramatis, serta intonasi berbeda. Ia akan menonton Anda dan akan mencoba meniru. Perlu Diingat Beberapa bayi mungkin akan mengalami perkembangan yang lebih cepat atau lebih lambat ketimbang yang dituliskan di atas, atau dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Jangan langsung panik, karena bayi memiliki ritme perkembangannya sendiri. Perkembangan yang lambat ketimbang teman seusianya jarangkali menjadi pertanda ada masalah pada si bayi. Jika Anda memiliki kekhawatiran, silakan tanyakan ke dokter anak. Sebagai orangtua, Anda perlu ketahui, bahwa perkembangan bayi sangat cepat, jika Anda tidak menikmatinya, perkembangan tersebut akan berlalu begitu saja. Maka, usahakan untuk menikmati menit-menit Anda bersamanya. Lagipula, ia adalah anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa, kan? NAD (Kompas.com, Selasa 22 Desember 2009) |
|
|
11 Aturan Dasar Membesarkan Anak Ala Nanny Stella |
|
Monday, 14 December 2009 |
|
Orangtua harus bersatu sebagai tim yang kompak dalam membesarkan anak. Selasa, 8/12/2009 | 18:43 WIB KOMPAS.com - Penonton setia acara Nanny 911 pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para nanny yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.
Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. Aturan-aturan ini ia buat bersama salah seorang sahabatnya, Nanny Deb, yang juga ikut dalam acara tersebut. Pengalamannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengasuh anak, ditambah pendidikannya selama 2 tahun di National Nursery Education Board membuatnya percaya diri untuk menerbitkan 11 aturan dasar ini. Menurutnya, aturan dasar ini lintas usia, lintas negara, tidak situasional, tidak emosional, absolut, dan dibuat untuk menghindari tindakan-tindakan buruk yang bisa saja terjadi di masa mendatang. Berikut adalah 11 aturan tersebut, yang disampaikan Nanny Stella dalam seminarnya di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (7/12/09) lalu.
Bersikap konsisten Tidak artinya tidak. Ya, artinya ya. Jika Anda ingin memberlakukan "timeout" kepada anak Anda, lakukanlah. Jangan berhenti atau membatalkan hal tersebut hanya karena ada gangguan.
Setiap tindakan punya konsekuensi Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku buruk mendapat hukuman. Berikan penjelasan jika memang ada imbalan untuk sesuatu yang baik yang ia lakukan, atau hukuman jika ia melakukan kesalahan. Misal, Anda sekeluarga akan berlibur ke tempat liburan yang menyenangkan jika anak bisa meraih angka bagus di rapor. Atau, jika malas belajar, ia akan tinggal kelas.
Katakan seperti apa yang Anda inginkan Berpikirlah sebelum bicara, atau rasakan akibatnya. Jika si anak pernah melanggar perintah Anda, maka hukumannya pun harus jelas, dan Anda harus melakukan hukuman tersebut. Jika Anda melanggar sistem ganjaran Anda sendiri, maka si anak akan terbiasa mengabaikan hukuman yang Anda tetapkan untuk hal-hal lain. Bersiaplah, karena hal ini akan berujung pada pembangkangan.
Orangtua bekerja sama sebagai satu tim Kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun. Ini tak hanya berlaku untuk Anda dan pasangan saja, tetapi juga untuk semua orang yang berada di tempat Anda membesarkan si anak. Entah itu pengasuh, ibu-ayah, kakek-nenek, paman-bibi, semua yang terlibat dengan si anak. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.
Jangan berjanji jika tak bisa ditepati Kalau Anda menjanjikan sesuatu kepada si anak, pastikan janji tersebut terpenuhi. Jika Anda tak pasti bisa memberikan janji tersebut kepada anak, lebih baik jangan dikatakan. Karena ingkar janji bisa jadi hal yang sangat menyakitkan untuk anak.
Dengarkan anak-anak Anda Akui perasaan mereka. Katakan, “Ibu mengerti”, tapi ucapkan dengan sungguh-sungguh, lalu luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan Anda. Karena mereka butuh orang yang bisa dan mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Jika mereka bersandar kepada orang yang salah, hasilnya bisa menjadi hal yang tak benar untuknya. Cobalah untuk menjadi sahabat mereka dan dengarkan apa yang mereka rasakan. Rasakan nikmatnya menjadi orang terdekat yang mengerti mereka.
Tentukan rutinitas Rutinitas membuat anak Anda merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki. Namun tak selalu berarti harus mengikuti jadwal sesuai jam. "Rutinitas itu penting, agar anak-anak jadi tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tak perlu berdasarkan jam, berdasarkan rutinitas juga bisa. Dengan demikian mereka belajar keteraturan. Misalnya, usai bermain di sore hari, mereka mandi, makan malam, sikat gigi, cuci kaki, lalu tidur," ujar Nanny Stella.
Rasa hormat berlaku dua arah Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda. Hukumnya "perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan". Menghormati mereka dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka tanpa menunda, juga mendengarkan apa yang mereka ingin katakan.
Penguatan positif lebih baik dari penguatan negatif Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan. Lebih baik mengucapkan penguatan positif kepadanya untuk menyampaikan maksud Anda, bukan menunjuk ke suatu kata sifat yang melabeli. Misalnya, "Mama senang sekali melihat usaha kamu meningkatkan nilai Matematika kamu" lebih baik ketimbang, "Kamu pintar. Nilai Matematika kamu sudah naik 1 angka di rapor". Ketika Anda melabeli suatu titik, ia akan berhenti di sana dan tidak berusaha untuk berkembang.
Tingkah laku adalah hal yang universal Tingkah laku yang baik diterima oleh siapa pun. Contohkan padanya untuk mengucapkan "terima kasih, tolong, atau maaf" kepada orang-orang yang bersinggungan. Di mana pun, sopan-santun selalu diperlukan. Ajarkan tata krama kepadanya lewat tindakan Anda. Anak seperti kaset kosong yang merekam apa pun yang mereka lihat dari orang-orang, atau apa yang ia saksikan. Maka, berikan contoh terbaik kepadanya.
Definisikan peran Anda sebagai orangtua Bukan tugas Anda untuk membuat anak menempel pada Anda. Tugas Anda adalah mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar, dan membiarkannya menjadi diri sendiri. Jangan selalu menempel dan membantunya mengerjakan segala hal. Sesekali ia pun harus belajar menghadapi rasa sakit hati, rasa gagal, juga rasa tak mampu. Ini penting agar ia bisa mencari jalan untuk mengatasi keterbatasannya. NAD (Diedit Ulang ,Kamis, 14 Desember 2009) |
|
Last Updated ( Monday, 14 December 2009 )
|
|
|
Hindari Pemakaian Label Negatif pada Anak |
|
Monday, 07 December 2009 |
Jangan memberi label pada anak jika tak ingin tumbuh menjadi anak yang kurang kepercayaan diri atau justru mengecap dirinya jadi anak yang nakal. Rabu, 18/11/2009 | 08:57 WIB Ucapan orangtua kepada anak akan membekas, apalagi ketika menyangkut konsep diri si anak. Agar si anak bisa bertumbuh dan mengkonsepkan siapa dirinya, sebagaimana mestinya, hindari mengucapkan pemberian label pada anak. Berikut adalah penjelasan singkat seputar label pada diri anak yang dirangkum tim majalah Nakita dalam buku Panduan Menjawab Pertanyaan Anak. Konsep diri negatif Pelabelan merupakan tindakan memberi label, ciri, atau cap tertentu kepada seseorang berdasarkan perilaku, sifat, atau bentuk fisiknya. Kebanyakan pemberian label lebih kerap terkait dengan hal-hal negatif, seperti bodoh, malas, nakal, gendut, jelek, dan seterusnya. Padahal, label akan memengaruhi konsep diri anak. Anak yang mendapat label negatif bukan tak mungkin akan memiliki konsep diri yang negatif pula. Lingkungan terdekat lebih berperan Pelabelan dari orang yang kehidupan sehari-harinya dekat dengan anak dan tiap hari didengarnya akan berpengaruh pada anak. Lama-lama, anak akan menganggap dirinya identik dengan apa yang dilabelkan padanya. Akibatnya, anak akan cenderung bertindak sesuai dengan label-label yang dilontarkan lingkungan terdekatnya, terutama ayah dan ibunya. Jika dia dicap bodoh, misal, ia akan “terpanggil” untuk menunjukkan kebodohannya. “Lo, aku kan memang dibilang anak bodoh,” begitu dia memosisikan dirinya. Label positif pun perlu diwaspadai Namun, tak berarti kata-kata yang bermakna positif, seperti pintar, cantik, cakep, dan sejenisnya boleh diobral. Karena dampaknya pun sama tidak baiknya. Selain membuat anak jadi sombong atau angkuh, ia pun tak bisa menerima kekurangan dan kelemahan dirinya. Akibatnya bukan tak mungkin anak gampang frustrasi dan tak memiliki kepercayaan diri. Bagaimana sebaiknya? Yang terbaik, berikan pujian sesuai tingkah laku anak. Jika anak memang memiliki perilaku positif, semisal mau berbagi, pujilah perilakunya itu saja. “Ayah senang Kakak mau meminjamkan Spiderman-mu ke Adik.” Sebaliknya, bila anak menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan, tegurlah dengan lembut dan jelaskan bahwa perilakunya itu salah. Contoh, anak terlihat menjahili kucing, jangan lantas berujar, “Adek, kok nakal banget, sih!” Akan tetapi, katakan, “Adek, kucingnya jangan dipukul. Kasihan, dia kesakitan, tuh.” Dengan begitu, anak tahu memukul binatang adalah perbuatan salah.(Dikutip dari 'Nakita', 8 Desember 2009)
|
|
| | << Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>
| | Results 77 - 80 of 125 | |