|
| Tahap 3 sampai 8 bulan anak biasanya sudah bisa duduk tegak tanpa bantuan, meraih mainan yang disembunyikan, mulai berdiri sambil dibantu dan mulai menggabungkan suku kata menyerupai kata pada waktu memasuki usia 12 bulan. | |
Mulai dari 12 bulan anak akan melalui tahapan-tahapan sbb: - Anak bisa memberikan mainannya bila diminta, dalam hal ini dia sudah bisa merespons instruksi-instruksi sederhana,
- Anak biasanya sudah bisa berjalan sendiri,
- Kepandaian berkomunikasi mulai terlihat dengan mulai menyebut “mama“ dan “papa“,- Daya ingat anak juga semakin tajam,
- Cepat untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Saat usia ini stimulus pada sel-sel otak harus dilakukan lebih intensif, sehingga akan lebih banyak lagi informasi atau pesan yang dapat diterima oleh otak anak, agar kemampuan otaknya pun akan berkembang secara optimal. Penelitian yang dilakukan oleh Bernard Devlin dari Universitas Pittsburg, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa peran genetik terhadap tingkat kecerdasan anak sebesar 40 -44% saja dan sisanya yang juga ikut menentukan adalah faktor lingkungan yang memberikan rasa cinta dan kasih sayang serta rangsangan/stimulus yang diberikan kepada anak. Bermilyar-milyar sel otak sudah terbentuk sejak dalam kandungan, yang berarti sudah siap digunakan untuk menerima informasi dan mempelajari sesuatu. Sayangnya, karena ketidaktahuan atau ketidak-pedulian orangtua, banyak sel saraf yang di otak yang tidak distimulasi, sehingga anak tidak mendapat kesempatan untuk berkembang maksimal. Padahal usia emas anak hanya sampai enam tahun saja, dimana otak berkembang cepat sampai mencapai 50% dan yang 50% nya seumur hidup. Karena itu, apabila anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kreatif, tidak hanya “clever”, tetapi juga “smart” kita sudah seharusnya memperhatikan dengan cermat setiap faktor yang dapat mengembangkan otak si kecil. Orangtua adalah kunci utamanya. Mereka harus menciptakan suasana yang hangat di rumah, penuh cinta dan kasih sayang, serta penuh stimulans-stimulans positif. Dengan begitu anak mempunyai kesempatan besar untuk meningkatkan kemampuan otaknya secara optimal, walau secara genetik hanya mewariskan tingkat kecerdasan rata-rata saja. Bahkan kemungkinan nantinya anak itu bisa menjadi seorang Einstein,Bethoven ataupun Bill Gates tidak diragukan lagii. Karena sudah terbukti rangsangan dan pelatihan kemampuan otak secara terus menerus memberikan kesempatan kepada anak untuk berprestasi sangat tinggi, namun harus dilaksanakan dalam nuansa bermain dan keadaan yang santai. (Dr.D.Pane)
|