|
Selama beberapa tahun ini mengamati perkembangan anak di Taman Bermain „Pestalozzi Pre-School&Kindergarten“ yang saya dirikan di Bukit Permai,Cibubur saya mempelajari, bahwa „banyak sekali terjadi kasus-kasus perkembangan anak yang sering diremehkan, disembunyikan agar tidak banyak yang tahu atau memang belum tersosialisasikan kepada masyarakat umum mengenai perkembangan anak yang seharusnya“. Di lapangan sering ditemukan kasus-kasus yang berakibat sudah terlalu jauh, sehingga bantuan yang diperlukan untuk me“normal“kan kembali perkembangan anak memakan waktu yang tentunya lebih lama pula. Perlu ditekankan disini bantuan yang harus diberikan bagi anak-anak yang mengalami keterlambatan perkembangan merupakan satu „proses belajar“, dimana kita harus mengetahui tahapan-tahapan yang harus dilalui anak sesuai dengan pada saat perkembangan itu mulai berhenti atau mengalami gangguan. Oleh karena itu program yang dibutuhkanpun menjadi berbeda-beda pula dari satu anak ke anak yang lain, karena kemampuan mereka juga berbeda. Jadi kita sebagai Orangtua/pendidik yang akan melatih anak tsb harus mengetahui dengan tepat tahapan dimana dan kapan perkembangan itu berjalan ditempat. Kalau perlu juga melalui kerjasama dengan lembaga terapi atau ahli perkembangan anak. Mengenai istilah untuk jenis bantuan tsb, seperti misalnya „sensori integrasi (SI) atau sering disebut juga „basic stimulation“ dll tidak perlu dipermasalahkan, yang penting disini adalah Taman Bermain tempat anak di sekolahkan memiliki orang-orang yang ahli untuk mengobservasi anak ,sehingga gangguan-gangguan perkembangan anak dapat terdeteksi sejak dini. Orang-orang ini harus betul-betul mengerti masalah perkembangan anak secara „holistik“ dan dapat membuat program pelatihan yang tepat bagi setiap anak yang membutuhkan, sehingga target untuk me“normalkan“ kembali perkembangan anak itu bisa tercapai sesuai harapan. Siapakah yang mampu mendeteksi anak yang mengalami hambatan perkembangan? Jawabannya adalah seorang ahli tumbuh kembang anak yang mengerti permasalahan anak secara „holistik“ artinya yang benar-benar mengerti secara keseluruhan perkembangan anak dan hambatan-hambatannya dan yang memahami bahwa tidak ada bagian dari perkembangan anak yang dapat berkembang dengan sendirinya tanpa mendapatkan „input“ , rangsangan/stimulasi dari luar. Bila kita memperhatikan perkembangan anak dengan cermat, maka kita akan melihat dengan jelas adanya satu proses pergantian perkembangan antara motorik, persepsi, psikis, kemampuan berbicara dan berpikir. Selain itu kita juga akan melihat perkembangan biologisnya yang menyangkut gizi dan perkembangan ini juga sama pentingnya, namun tema ini tidak disinggung disini, karena terlalu khusus dan memerlukan keahlian tentang gizi. Seorang ahli perkembangan anak harus mengetahui permasalahan perkembangan anak sampai sekecil-sekecilnya, agar dia mudah mengerti dan memahami tahap-tahap stimulasi yang dibutuhkan masing-masing anak. Sehingga perkembangan anak dapat berjalan semakin lancar dan bagian-bagian yang mengalami hambatan dapat dipulihkan, dan dengan itu membuat perkembangan anak secara keseluruhan yang tadinya berjalan ditempat bisa berkembang „normal“ kembali sesuai usianya. Melalui kerjasama antara pendidik di sekolah, terapis/shadow teacher dan orangtua di rumah, tidak berarti harus mengerjakan program yang identis/sama, melainkan hanya memberikan stimulus/rangsangan yang serupa dan boleh dengan tema yang berbeda, hambatan/kesulitan dalam perkembangan anak dapat diatasi dengan baik. - Apa itu Hambatan pada Perkembangan Anak? Hambatan perkembangan adalah permasalahan anak yang mengalami gangguan perkembangan dan mempunyai kesulitan untuk berkembang secara optimal, padahal di sisi lainnya anak bisa berkembang secara normal dan sangat cerdas diatas rata-rata,oleh sebab itu orangtua harus menyadari hal ini sejak dini. Bagian-bagian yang biasanya tidak berkembang dengan baik pada umumnya adalah: · Gerakan fisik (koordinasi), pola geraknya terganggu, · Perilaku (psikis) terhambat, · Visual-motoriknya terganggu, · Proses auditorinya terganggu,sehingga pemahaman bahasa terhambat, · Persepsi dan Motorik yang berhubungan langsung dengan · Sensori (Pemberian respons). Sebenarnya secara umum dapat dikatakan, bahwa gangguan-gangguan di atas sifatnya hanya sementara saja. Anak biasanya berkembang normal dan kelihatan cerdas, hanya ada bagian-bagian yang kurang lancar perkembangannya. Bila hal ini terjadi anak akan menunjukkan reaksi tertentu, misalnya cepat marah, cepat frustasi, kurang berani menghadapi permasalahan dan sulit untuk mengatasi masalah, hanya senang memulai sesuatu, tapi malas untuk menyelesaikannya, sulit mengekspresikan dirinya atau yang dipikirkannya secara verbal, sulit berkonsentrasi, cepat teralihkan perhatiannya kepada hal lain, agresif dan mudah menangis. Bila anak –anak ini ditangani dengan cermat dan benar, biasanya anak akan kembali „normal“, cerdas dan berbakat. Yang perlu kita ketahui disini adalah dalam melakukan observasi kita harus mengetahui pasti bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan sementara saja dan setelah penanganan yang benar, anak dapat kembali“normal“ dan tetap berbakat seperti umumnya anak seusianya, atau memang ada gangguan yang sifatnya menetap, misalnya cedera pada otak yang membuat anak pada titik tertentu tidak dapat berkembang lagi. Untuk bisa memprediksi hal ini yang harus diamati dengan sangat teliti adalah bagaimana jalannya perkembangan, pengalaman serta kondisi anak itu sendiri sampai saat dia diobservasi/dideteksi. Dalam hal ini ahli perkembangan anak yang melakukan observasi juga harus bisa membedakan dengan anak-anak yang mengalami Cerebral Palsy (CP) misalnya, atau sindrom-sindrom lain seperti ADD, ADHD atau spektrum Autisma lainnya yang sifatnya lebih diturunkan atau cedera otak, yang memang memerlukan bantuan yang lebih khusus dan yang sangat berbeda penanganannya dengan anak normal atau anak yang hanya mengalami keterlambatan/gangguan perkembangan. - Penyebab Keterlambatan Perkembangan Dari berbagai sumber ilmu pengetahuan medis yang aktual, penyebab dari gangguan perkembangan anak bisa bermacam-macam, antara lain adalah: · Adanya polusi udara, ini tergantung seberapa parah polusi udara disekitar ibu dan anak, · Adanya faktor keturunan/genetik, · Adanya gangguan metabolisme pada anak, · Adanya infeksi yang dialami anak pada waktu bayi, · Ibu pernah minum obat-obatan sewaktu hamil atau hamil muda, · Ibu terkena infeksi semasa kehamilan, · Ibu makan makanan laut yang terkontaminasi saat kehamilan dll. Tentu saja resiko-resiko ini dapat kita perkecil, bila kita mengerti dan mengetahui penyebabnya, sehingga kita bisa minta pertolongan dokter –dokter yang bergerak khusus bidang preventif atau pencegahan yang menyangkut permasalahan ibu dan anak. - Melakukan Observasi/Deteksi Dini Hal-hal yang harus kita ketahui, agar dapat secepatnya membantu anak yang mengalami gangguan/keterlambatan dalam perkembangannya: · Harus bisa melihat perubahan/kelainan tingkah laku pada bayi/anak, · Mengenal dan mengetahui tahap perkembangan motorik halus dan kasar anak, apakah sudah sesuai usianya, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat, · Mengenal dan mengetahui proses perkembangan daya tangkap dan pemahaman (kemampuan persepsi) anak, apakah sudah sesuai dengan proses perkembangan motorik dan hubungannya dengan sensori anak yang seharusnya. Tanpa deteksi yang tepat dan benar, maka bantuan pun sulit untuk dirancang dan dijalankan , agar anak bisa mencapai perkembangan yang sudah ditargetkan. Memang untuk dapat menentukan hal seperti ini sebaiknya orangtua lebih tanggap untuk segera mencari opini-opini lain seperti misalnya dari Dokter Spc anak, Dokter THT, Dokter Mata, Psikiater Anak, Terapist dll. Setelah itu semua data yang diberikan kemudian dikumpulkan dan diberikan kepada pendidik/terapist dimana anak di sekolahkan untuk bisa dicerna dan dijelaskan kembali kepada orangtua sesuai dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orangtua/orang awam. Kemudian didiskusikan dan orangtua mengambil keputusan untuk memakai shadow teacher (guru pendamping), bisa dari luar atau disediakan oleh sekolah dengan biaya ekstra, sambil melakukan terapi-terapi dengan biaya yang telah disetujui sebelumnya. Dengan bantuan dan saran-saran yang tepat serta dicarikan tim pelatihan yang tepat pula yang dapat membantu perkembangan anak yang terhambat, sehingga anak dalam waktu singkat bisa berkembang normal seperti seharusnya.. Untuk memudahkan orangtua mengikuti kemajuan dari perkembangan anaknya dianjurkan agar selalu menyediakan buku catatan sendiri yang berisi data-data kemajuan yang telah dikonsultasikan pada terapis/pendidik di sekolah. Selain itu bila memungkinkan, sebaiknya orangtua di rumah juga menyediakan alat-alat peraga atau mainan-mainan yang bisa ikut menunjang perkembangan anak di sekolah yang tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan anak itu sendiri dan berdasarkan masukan/saran dari terapis/pendidik. (Dr.D.Pane, TK Pestalozzi, Cibubur)
|