Who's Online

We have 17 guests online

Login Form






Lost Password?

Events Calendar

January 2012 February 2012 March 2012
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 5 1 2 3 4
Week 6 5 6 7 8 9 10 11
Week 7 12 13 14 15 16 17 18
Week 8 19 20 21 22 23 24 25
Week 9 26 27 28 29

Latest Events

There are no upcoming events currently scheduled.
View Full Calendar
Home arrow News arrow Latest arrow Kegiatan Bermain Sangat Penting Bagi Perkembangan Otak Anak
Kegiatan Bermain Sangat Penting Bagi Perkembangan Otak Anak Print E-mail
Tuesday, 16 September 2008

Sering sebagai orangtua kita menganggap kegiatan bermain anak kita dengan teman-temannya hanya membuang energi dan waktu anak kita saja. Kita lupa, bahwa justru ketika bermain itulah anak kita mendapat kesempatan untuk menyalurkan kreativitas dan imajinasinya. Dengan bermain anak juga bisa diajarkan untuk memahami konsep berbagi dan peraturan permainan, misalnya dalam permainan petak umpet atau engklek. Siapa yang melanggar peraturan dianggap kalah dalam permainan. Selain itu dengan cara bermain anak bisa kita latih kognitifnya dan ketrampilan jari-jari tangannya. Tugas kita sebagai orangtua adalah memberi kebebasan kepada anak untuk bermain sepuasnya, sambil mengawasi dan memberi batasan waktu bermain, agar anak tetap ingat akan kewajiban lainnya.

Kegiatan bermain juga sangat effektif bagi anak untuk menghilangkan trauma, kepenatan di Sekolah atau mungkin juga stress. Diluar rumah kita memberitahu anak akan bahaya benda tajam, lompat tinggi dll dan menjaganya saat bermain. Di dalam rumah, kita dapat membantu anak memilih mainan yang disesuaikan dengan tingkat usianya dan yang dapat meningkatkan rentang konsentrasinya, misalnya bermain lego atau tangram. Permainan-permainan edukatif seperti ini berguna untuk melatih kemampuan penalaran (kognisi) anak dan meningkatkan kemampuan otak kanan yang berhubungan dengan emosi dan otak kiri yang berhubungan dengan logika dan matematika. Permainan edukatif ini sebaiknya diberikan kepada anak pada saat tahap perkembangan saraf sensorik motornya sudah bagus atau sudah mencapai usia 2-6 tahun. Jangan berikan permainan edukatif dengan tingkat kesulitan terlalu tinggi yang baru bisa diberikan pada waktu anak sudah berusia 12 tahun.

Kita juga bisa berikan kepada anak kita permainan-permainan yang dapat mengoptimalkan kreativitas dan imajinasinya, misalnya main tebak-tebakkan, tanya-jawab, lomba membuat prakarya yang bagus dll. Bermain kreatif dengan anak harus didukung dengan kesediaan waktu yang mencukupi, karena permainan ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.  Dengan kesabaran tinggi dan adanya komunikasi dua arah kita bisa menstimulasi perkembangan otak anak kita secara optimal dalam melakukan berbagai permainan menyenangkan ini .

Dibawah ini beberapa usulan untuk kegiatan bermain cerdas:

- Membuat Lukisan Alam  

Pada saat kita pergi ke Taman bersama anak kita, kumpulkan batu-batu kecil, daun dan bunga kering. Sesampai di rumah kita cuci dan warnai , kemudian keringkan. Kita cari kotak susu bekas, kita lapisi dengan kertas warna atau kertas mengkilat, lalu bersama dengan anak kita tempelkan bahan-bahan tadi sebagai hiasan. Biarkan anak berimajinasi dalam menyusunnya, sehingga membentuk lukisan yang indah.

- Membuat Buku  

Di rumah kita banyak menyimpan, majalah, koran, tabloid atau buku bekas. Ajaklah anak untuk menggunting gambar-gambar yang menurutnya paling menarik dari material tsb, lalu tempelkan pada lembaran-lembaran kertas. Anak juga bisa menambahkan gambar-gambarnya sendiri seperti pelangi, laut, pohon, burung dll. Setelah itu bolongkan lembaran kertas dengan pembolong kertas dan ikat jadi satu dengan memakai pita. Ajarkanlah anak membuat sebuah buku yang cantik penuh dengan gambar-gambar yang menarik.

- Mencocokkan Gambar 

Ambillah beberapa gelas coca cola bekas yang dari kertas, kemudian lapisi dengan kertas warna dan beri tangkai, sehingga berbentuk cangkir besar. Lalu tempelkan kertas bergambar bintang,hati, beruang,gajah atau alat tulis seperti pensil dll. Tiap gambar yang sama ditempelkan pada satu atau dua cangkir. Mintalah anak untuk mencocokkan cangkir-cangkir mana yang bergambar sama dan kemudian hitung jumlahnya.Dalam susana bermain, anak dilatih kognitifnya.

- Membuat Alat Bunyi-Bunyian 

Gunakan botol atau kaleng sprite/pepsi bekas, hias dengan guntingan majalah atau koran yang lucu atau kertas warna. Kemudian botol/kaleng tsb diisi dengan biji-bijian seperti biji jagung, kedelai, kacang hijau dll. Tutuplah ujung yang terbuka dan biarkan anak menikmati bunyi-bunyian yang terjadi, bila botol/kaleng itu dikocok dengan mengikuti irama musik misalnya. Disini anak belajar irama musik lambat, sedang dan cepat.Mainkanlah irama musik yang gembira dan ikuti gerakannya dengan melompat-lompat misalnya. Anak suka sekali kegiatan ini.

- Melukis dengan Pasir Berwarna 

Pasir berwarna dapat dibeli di toko buku atau mainan. Sediakan kertas yang bergambar binatang atau buah-buahan, kemudian dilem dan taburkan pasir warna-warni diatasnya. Setelah terlihat bentuk yang indah, gunting dan lem diatas kertas karton putih dan bisa diberi bingkai dengan stik es krim misalnya. Anak akan bangga atas hasil karyanya.

- Membuat Jam Mainan

Kegiatan menyenamgkan ini adalah salah satu cara untuk memperkenalkan konsep waktu kepada anak. Gunakan piring kertas yang sudah dibolongi tengahnya. Buatlah jarum panjang dan pendek, kemudian kaitkan dengan benang ke bagian tengah piring. Tuliskanlah angka-angka dan ajarkan cara mengatur jam tsb dengan memutarnya kearah kanan. Setelah anak paham konsep waktu, tanyakanlah 'Jam berapa sekarang?'dan suruh anak menunjukkannya dengan meletakkan jarum panjang dan pendek pada angka-angka yang benar. Dengan bermain, anak belajar tentang konsep waktu, jam, menit, detik dan berusaha menyebutkan jam berapa dia bangun, makan dll dan berapa lama dia memerlukan waktu bermain, misalnya 10 menit lagi dsb.

- Membuat Aquarium

Kegiatan ini bisa melatih anak kita ketrampilan jari dan tangan seperti menggambar, mewarnai, menggunting, menempel dalam menghias kotak aquarium, sambil belajar untuk lebih mengenal berbagai macam hewan yang hidup di dalam air seperti ikan, gurita, kuda laut, ular laut, karang, rumput laut dsbnya. Padawaktu membuat aquarium bersama ini, kita bisa menanyakan tentang nama-nama hewan air, benda-benda air dan berbagai warna yang ada. Untuk membuat aquarium kita memerlukan kotak kardus bekas yang dilubangi dan dicat biru serta berbagai jenis hewan air yang digantung dengan tali.

- Membuat Boneka dari Stik Es Krim 

Bersihkan stik es krim dan keringkan. Kemudian ajarkan anak membuat bentuk-bentuk pakaian boneka dari kain perca. Semakin beragam kain perca, semakin banyak juga pakaian yang bisa dibuat.Tempelkan kain itu dengan erat pada stik es krim. Kemudian tempelkan mata-mataan pada bagian atas stik es krim. Setelah itu guntinglah kain flanel, sehingga menjadi rambut bagi boneka-boneka itu. Dari kain flanel pendek dapat juga dibuatkan topi yang lucu yang ditempelkan pada bagian atas kepala stik tsb.Tunggulah sampai lem benar-benar kering, barulah boneka bisa digunakan. Sebagai orangtua, kita harus memperhatikan apa yang dikatakan anak ketika bermain boneka ini. Seringkali anak mengidentifikasikan dirinya pada boneka tsb dan merasa bebas mengatakan apa saja pada waktu bermain. Biasanya apa yang dikatakan saat bermain itu merupakan keinginan dan imajinasi anak itu sendiri. Kegiatan ini mendekatkan kita kepada anak dengan mengetahui keinginan-keinginan anak yang selama ini terpendam. Nah, silahkan bermain dan selamat bersenang-senang! (Dr.D.Pane, TK Pestalozzi Cibubur)   

Image Image Image                                  
Last Updated ( Tuesday, 03 November 2009 )
 
< Prev   Next >

© 2012 Pestalozzi Indonesia

TBN - TIDYA Businesses Network