Who's Online

We have 5 guests online

Login Form






Lost Password?

Events Calendar

August 2010 September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30

Latest Events

There are no upcoming events currently scheduled.
View Full Calendar
Home arrow News arrow Latest arrow Orangtua adalah Kunci Membuat Anak Kreatif
Orangtua adalah Kunci Membuat Anak Kreatif Print E-mail
Monday, 02 November 2009

Siapkan waktu untuk bisa bermain dan berkreasi dengan anak.
Selasa, 13/10/2009

 Betapa berbedanya permainan anak zaman sekarang dengan permainan anak zaman dulu. Jika dulu alam masih merupakan sumber daya yang sangat luas, sekarang sudah tidak lagi. Anak-anak zaman dulu bisa bersenang-senang hanya dengan “berbekal” potongan kayu dan kulit jeruk Bali. Zaman sekarang? Bisa jadi anak-anak bingung jika disodorkan permainan seperti itu. Namun, jangan buru-buru menyalahkan siapa pun, karena menurut penelitian, kekurangan gairah untuk berkreasi pada anak justru disebabkan oleh para orangtua.

Kebanyakan anak membawa sikap dan sifat yang mereka pelajari dari lingkungan, secara spesifik, orangtuanya. Sayangnya, menurut literatur yang disebutkan oleh situs MSN, sebanyak 61 persen orangtua bergantung pada sekolah, televisi, dan permainan komputer untuk perkembangan kreatif anak-anaknya. Padahal, menurut presenter acara seni anak SMart, dari stasiun CBBC, Kirsten O’Brien, “Peran orangtua sangat penting untuk mendukung proses berpikir kreatif dan imajinatif anak-anaknya. Kita perlu membantu para orangtua untuk bisa bermain dan menginspirasi energi kreatif anak. Anak-anak pun akan selalu mengingat pengalaman berbagi mainan dengan orangtuanya itu.”

Paul Geraghty, pengarang cerita anak The Hunter and Dinosaur in Danger mengatakan, "Kreativitas adalah bagian penting dalam perkembangan setiap anak. Sama seperti matematika dan bahasa, kreativitas perlu latihan dan dukungan. Kreativitas membawa kepuasan seumur hidup jika didorong sejak dini dan dilatih sepanjang masa kanak-kanak.”

Sayangnya, dalam penelitian yang sama ditemukan pula alasan para orangtua mengapa mereka tidak meluangkan waktu untuk berkreasi dengan anak-anaknya. Alasan yang dilontarkan antara lain adalah karena para orangtua tidak punya kemampuan kreatif atau karena tak punya waktu luang.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa membaca buku bersama adalah kegiatan orangtua-anak yang paling digemari. Artinya, sebenarnya tidak sulit membuat anak merasa senang dan nyaman. Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk menyelesaikan puzzle bersama, membuat kreasi seni, atau membuat hastakarya dari situs-situs arts and crafts untuk anak-anak yang bisa ditemukan dengan mudah di internet.


NAD

Sumber: msn
Last Updated ( Monday, 02 November 2009 )
 
< Prev   Next >

© 2010 Pestalozzi Indonesia

TBN - TIDYA Businesses Network