|
Kebanyakan orangtua bingung dan tidak tahu akan melakukan apa pada saat liburan panjang tiba..Liburan sekolah yang panjang sebenarnya bisa digunakan untuk mempererat hubungan antar anggauta keluarga, oleh karena itu harus dipersiapkan dengan baik. Kita harus bertanya kepada diri kita sebagai orangtua apakah kita sudah menyiapkan diri dalam hal perencanaan biaya dan hal-hal lain untuk berlibur dengan keluarga? Jangan sia-siakan waktu liburan sekolah untuk meningkatkan keharmonisan dan kekompakan keluarga. Pada waktu liburan seperti inilah ikatan emosional setiap anggauta keluarga bisa diperkuat dan rasa kebersamaan bisa diintensifkan. Kesempatan melakukan rekreasi dan bersenang-senang dipastikan bisa mempererat hubungan antar anggauta keluarga , karena mereka bisa mengandalkan satu sama lain. Waktu liburan sekolah merupakan kesempatan bagi keluarga kita untuk berkumpul dalam formasi lengkap setiap harinya. Liburan bersama yang direncanakan dan dijalankan dengan baik sangat kondusif untuk memperkuat kekompakan keluarga dan rasa kebersamaan. Nah bila liburan tiba, bagaimana caranya agar kegiatan liburan bersama ini bisa benar-benar membuat keluarga kita makin menyayangi satu sama lain dan tetap kompak!. Semua harus satu suara sejak dalam penyusunan rencana liburan. Oleh karena itu yang harus diperhatikan dalam merencanakan dan menentukan liburan adalah: - Kepentingan tiap anggauta keluarga seperti misalnya mau berlibur kemana, berapa lama, naik apa dan kapan harus diputuskan bersama.
- Bagilah waktu liburan secara adil, agar bisa dinikmati oleh setiap anggauta keluarga dan dalam tiap bagian usahakan untuk mengakomodir keinginan tiap orang,sehingga semua puas dan tidak ada yang merasa diabaikan.
- Libatkan anak-anak anda dalam perencanaan, pasti mereka akan senang.Minta bantuan mereka untuk mencari lewat internet atau membacakan brosur-brosur perjalanan dll., - Arahkanlah minat semua untuk memilih satu tempat, misalnya bila pilihan jatuh pada Bali sebagai tujuan berlibur, setiap anggauta keluarga, terutama yang kurang berminat harus terlebih dahulu sudah diperkenalkan pada budaya dan tempat-tempat wisata disana melalui buku-buku perjalanan, menonton film-filmnya dan tarian-tariannya atau melihat gambar-gambar melalui internet untuk menggugah minat dan menumbuhkan rasa ingin tahu mereka pada pulau Bali, misalnya. - Kekompakan selama perjalanan harus dijaga: Jangan egois, selalu berinteraksi, dan jadikan anak sebagai navigator perjalanan, misalnya membantu menemukan pintu keluar, rambu-rambu penunjuk atau menggambarkan rute-rute perjalanan dll.Usahakan agar tidak terjadi pertengkaran selama perjalanan.
- Ciptakan suasana santai dan penuh humor, walaupun dalam situasi yang menyebalkan di tempat liburan, misalnya lampu mati atau tidak ada saluran-saluran TV menyenangkan, - Siapkan kegiatan alternatif, misal bawa crayon, buku cerita atau mainan baru yang bisa dilakukan bersama seperti monopoli, tebak kata,radio, CD dll, - Jangan terlalu banyak membuat aturan, wajar bila prilaku anak agak keluar batas sebagai akibat kelelahan , rasa lapar atau pengaruh „jet lag“, - Berpikirlah selalu positif, sehingga bisa menemukan hal-hal baik pada tiap anggauta keluarga, ketimbang mencari kesalahan mereka atau terlalu sibuk mengurusi pelanggaran aturan/kesepakatan, - Berikan penghargaan dan umumkan didepan semua anggauta keluarga, sehingga ledekan-ledekan seperti „keren nih yee“ atau „Cieee...“ tidak sering terdengar, - Jangan lupa tetaplah harmonis dan kompak, sepulang dari liburan dan bawalah rasa kebersamaan serta kekompakan itu dalam kehidupan sehari-hari dan dalam menjalani rutinitas kembali. Selamat Berlibur!!!! (Dr.D.Pane/TK Pestalozzi, Cibubur)
|